Thursday, 25 August 2016

Surat untuk Papah

Papah,  kini aku memilih untuk tetap bahagia. Setelah sekian banyak duka dan air mata yang kulauli dihidup ini tanpa sepengetahuanmu.
Tapi pah, mereka seperti tidak menyukai pilihanku.
Mereka seperti cemburu dengan kebijakanku.
Tanpa mereka tau bahwa semua adalah kepura-puraan saja untuk menutupi rasaku.
Bahkan mereka juga sering menguji kesabaranku dengan kata-kata fitnahan.
Aku tidak tau salahku pada mereka itu dimana Pah, niat untuk mencampuri urusan kehidupan mereka saja aku tidak ada. Malah kayanya aku juga tidak pernah sekalipun membuat masalah pada mereka.


Aku bingung Pah sama hidup ini.
Aku bingung dengan orang-orang yang selalu saja memanfaatkan kebaikan orang lain untuk kesenangan mereka sendiri.
Aku bingung ko ada orang yang tidak punya hati, menghakimi tanpa mengusut kebenaranya lalu menghukumnya.
Apakah jalan hidup sejatinya seperti itu ya Pah?
Kiranya aku termasuk anak yang kurang pengalaman hidup lah ya?
Atau mungkin kurangnya aku dalam belajar memahaminya?


Papah, aku takut sama kehidupan ini. Aku ingin sama Papah, disisi Papah selalu.
Karena selama ini Cuma Papah yang bisa membuatku tenang, nyaman dan damai.
Nggak seperti mereka yang selalu saja menyakiti dan mengecewakanku. Aku tidak suka itu Pah. Aku tidak suka...
Tolong bawa aku pergi dari belenggu ini!
Aku nggak mau terus-terusan hidup dalam keadaan ini. Aku mau Papah! Aku butuh Papah! Pokoknya aku mau Papah 😭
Biarpun aku harus meninggalkan kebebasanku, pun aku mau demi Papah. Malah aku berani meninggalkan semuanya untuk kebahagiaan Papah tanpa terkecuali.


Aku Sayang sekali sama Papah. Cuma Papah orang yang bisa mengerti aku dalam keadaan apapun.
Pokoknya Papah harus tunggu aku sampai pulang nanti ya!
Karena banyak cerita yang ingin aku bagi sama Papah.
Papah harus jaga kesehatan selalu!
Aku marah pokoknya kalau Papah masih kerja berat. Aku ingin Papah istirahat menikmati hari tua Papah bersama Mamah tanpa adanya kecapean. Sekarang giliran aku untuk menuntut tugasmu Papah. Papah tinggal terima beres aja dan yang pasti Papah cukup jadi lelaki hebatku yang kusayangi di sepanjang hidupku.
Hero kebanggaanku 😘


No comments:

Post a Comment