Saturday, 5 August 2017

Kepada (kamu) yang sudah pergi


Hai (kamu), seseorang yang sudah pergi, bagaimana kabarmu sekarang ini? Bagaimana cerita keseharianmu yang sudah pastinya bukan tentang kita lagi? Aku harap si semuanya memang berjalan seperti Doa yang setiap malam kulantuni.
Sungguh, menahan diri dari bertegur sapa denganmu, tak kukira akan seberat ini. Namun demi diriku, demi hatiku dan demi dirinya yang kini sudah bersamamu, aku harus kuat menahan semua ingin yang berhubungan denganmu.
Mungkin kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Aku tak mau ambil tahu dan aku juga tak mau ambil peduli. Sebab sudah bukan kewajibanku untuk berfikir sejauh itu lagi.
Hari ini, entah kenapa aku ingin sekali menulis tentangmu lagi. Jadi ijinkanlah aku menuliskanya di sini, meski mungkin akan terasa sia-sia saja karena kau tidak mungkin akan membacanya. Tapi setidaknya aku bisa merasa lega, selega-leganya dari terus memendamnya saja.
Hai (kamu), sekarang bagaimana keadaanmu setelah menjalani hari-hari yang sudah tanpa aku? pasti tambah lebih bahagia kan ya karena sudah ada dia. Bagaimana juga dengan kebiasaan-kebiasaan burukmu? Yang suka sekali membuat was-was orang-orang disekitarmu.
Ah, aku mungkin memang begitu naif, Karena sampai detik ini masih saja selalu mengkhatirkan semua hal tentangmu. Hal yang seharusnya tak perlu lagi kulakukan. Yang kini sudah menjadi tugasnya. Seseorang yang sudah menjadi bagian di hidupmu.
"Memang sudah tiada jodoh diantara kita" Betapa sakit setiap aku menjawab pertanyaan mereka dengan demikian rupanya. Betapa beratnya tangan ini setiap menulis kalimat itu di buku-buku rahasiaku. Karena dalam mimpi pun, jujur aku masih mengharapkan kau yang akan menjadi pendampingku, juga menjadi ayah dari anak-anakku. Seperti yang pernah kita impikan dulu. 
Aku tahu, kalimat yang pernah aku ucapkan dulu, "aku akan bahagia, bila kau bahagia" itu kedengaranya sangat lucu. Hingga membuatmu tertawa. Sama, aku pun rasa juga. Karena pada kenyataanya, hatiku menangis dalam diam saat ku tahu kau telah bersamanya.
Tapi percayalah, jauh direlung jiwaku, hatiku juga ragaku. Aku ingin kau selalu bahagia. Dimanapun dan kapanpun itu adanya. Dan tolong jangan pernah hapuskan ingatanmu tentangku. Seseorang yang pernah begitu dalam mencintaimu, walau saat ini, aku sudah tak ada dalam pelukmu lagi. 

7 cara membuat wanita jatuh cinta


Membuat wanita jatuh cinta, itu kamu nggak perlu menjadi orang kaya atau bernama, cukup keihklasan dan keniatan hatimu saja bagaimana. Karena pada hakikatnya setiap manusia itu Sama. Sama-sama inginkan kebahagaian yang sempurna. Tidak laki-laki ataupun wanita. Kita semua sama.
Wanita itu memang identik agresif, sensitive tapi penuh ego. Jadi jangan terburu-buru atau coba untuk memaksanya jatuh cinta padamu.  Bisa-bisa dia akan berpikir bahwa kamu putus asa sebelum berjuang dan dia akan kehilangan ketertarikan kepadamu. Ingatlah bahwa sikap terhegeh-hegeh untuk membuatnya jatuh cinta denganmu itu bukanlah ide yang bagus. Tunjukan saja yang kamu memang serius dengannya. Dengan itu semua pasti akan berjalan lebih mudah, Insya allah.

1. Dekati perlahan-lahan.
 Cobalah untuk menjadi temannya dan mengenalinya lebih jauh sebelum mencoba menjadikannya sebagai kekasih. Yang penting nikmati semuanya dengan santai. Jangan pernah mengatakan kepadanya bahwa kamu mencintainya sebelum kamu bisa membuatnya tertawa saat bersamamu atau sudah mengenalinya dengan lama. Kamu harus lebih sabar dari menyatakan perasaanmu, sampai kamu benar-benar berhasil membuatnya nyaman dan merasa selamat berada disisimu.
2. Ajak dia ngobrol. Untuk membuat seorang wanita menyadari keberadaanmu, kamu harus bisa lebih sering mengajaknya ngobrol bareng. Kamu tidak harus memiliki alasan yang bagus ko untuk berbicara dengannya, apalagi membicarakan sesuatu yang sebenarnya itu tidak pernah ada (kebohongan). Iya emang susah si terkadang untuk membuka obrolan, apalagi dengan orang yang kamu suka. Tapi demi bisa bersama dia, semua itu bisa dong ya dipinggirkan. Asal jangan pernah mencoba tunjuk wah saja didepanya, karena itu hanya akan membuatnya naik bosan dan meninggalkanmu detik itu juga. Cari saja sedikit alasan untuk memecahkan keheningan, seperti; "gimana aktifitas hari ini?" Atau bisa juga kamu mencoba ceritakan tentang hal-hal lucu yang terjadi dikehidupanmu. Cerita tentang masa kecilmu pun boleh.  Dengan itu tanpa kamu sadari, kamu telah mencoba terbuka denganya. Pasti besok-besoknya kamu akan lebih merasa mudah untuk ngobrol dengannya. Percaya deh!
3. Berikan dia pujian tapi jangan ngegombal. Sesekalisetiap kamu tahu dia telah memenangkan lomba atau mendapat pekerjaan baru. Ucapkanlah selamat sambil memberi pujian sedikit didalamnya. Pujian yang biasa tapi tulus adalah cara yang tepat untuk membuat seorang wanita merasa lebih dihargai. Hanya saja, pastikan bahwa pujianmu itu ditujukan secara langsung dan bijaksana. Seadanya dan sekali-sekala saja, jangan yang berlebih-lebihan dan terus-terusan. Karena tidak semua wanita itu suka di puji sebenarnya. Jadi harus lebih berhati-hati.
4. Menjaga penampilan. Penampilan bukanlah hal yang paling dipentingkan oleh wanita, tetapi tampak rapi dan harum akan membantunya melihatmu sebagai orang yang disegani. Biarpun dia bisa menerimamu sebagai teman dengan apa adanya, bukan berarti kamu bisa berpakaian "bebas" atau terlihat tidak terurus. Tunjukan kepadanya bahwa kamu juga memiliki gaya dalam penampilanmu sendiri. Tapi sederhana itu lebih dari baik si sebenarnya, karena tidak semua wanita suka pada lelaki yang "rumit" atau alay. Lakukan sebiasa dan senetral mungkin saja.
5. Menjadi pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik adalah hal yang penting jika kamu ingin membuat seorang wanita jatuh cinta. Untuk menunjukkan bahwa kamu itu memang benar-benar memperdulikannya bukan hanya menginginkanya. Pastikanlah untuk selalu memberi tanggapan, "Yes, owh, begitu, wah dan lanjutkan" setiap dia bercerita meski kamu tidak mengerti dengan apa yang sedang dia bicarakan. Berikan juga motivasi saat dia bersikap seperti sedang merasa down. "It's Ok, everything will be alright" "I am with you". Mungkin kedengaran sangat sederhana, tapi cara seperti ini sangat lebih diambil kira oleh wanita jika ingin kamu tahu. Daripada kamu mengajaknya jalan ke Mall atau memberikan hadiah-hadiah mahal hanya untuk menyenangkan hatinya yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.
6. Beri dukungan kepadanya. Menunjukkan besarnya dukungan kamu setiap dia melakukan sesuatu juga bisa meyakinkannya bahwa kamu pantas menerima cintanya. Lakukanlah hal-hal kecil untuk menunjukkan bahwa kamu adalah pria yang bisa diandalkan. Sebagai contoh, dia bercerita kepadamu hari ini ditempat kantor mendapat tender besar tapi dia merasa tidak yakin bisa melakukanya. Kamu bisa mencoba memberikan semangat seperti, "you are the best" "you can do it"  untuk membuatnya semangat dan yakin kembali. Carilah cara-cara sesuai kemampuanmu untuk memberikan dukungan dan dia pasti akan menghargainya.
7. Bersikaplah sopan dan penuh perhatian. Walaupun beberapa wanita tertarik pada pria "gaul", pria yang penuh perhatian akan menjadi kekasih yang jauh lebih baik. Pastikanlah untuk menunjukkan kualitasmu sebagai kekasih bahkan sebelum jadian. Jangan sekali-kali berkata kasar dan kotor meski saat bercanda. Sebab sebagian wanita meski dia mempunyai selera humor, dia akan sensitive terhadap hal-hal kecil seperti ini. Tunjukkan sikap yang baik, berlembut dengannya, dan berlakulah baik juga kepada orang lain bukan pada dirinya saja. Dengan begitu dia akan menyadari kelebihanmu dan akan lebih merasa ingin selalu dekat denganmu. Dan jika menurutmu momentnya sudah pas, beritahu dia bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepadanya. "Beritahu dia betapa kamu bahagia setiap menghabiskan waktu bersamanya".
Jika selama berdekatan dia selalu menunjukan sikap yang positive kepadamu, bisa juga mungkin dia merasakan hal yang sama terhadapmu, tetapi kamu harus menyatakannya pada waktu dan tempat yang sesuai. Agar dia bisa lebih merasa yakin dengan perasaanmu. Tapi jangan baper juga, sebab tidak semua yang kamu lihat itu benar adanya, begitu juga setiap sikap baik orang lain terhadapmu. Mungkin saja dia memang sifatnya begitu, tidak ada yang tahu.
Note: Jangan pernah marah didepannya jika dia menolakmu atau ternyata dia tidak menyukaimu. Mungkin dia memang bukanlah wanita yang cocok untuk kamu. Bukan seseorang yang benar-benar Tuhan kirim buat kamu. Inget saja selalu, jika cinta itu tidak bisa selalu memiliki dan tidak bisa dipaksakan. Kalau nggak bisa jadi pacar, bertemankan juga masih bisa. Tapi mudah-mudahan si semua berjalan sesuai harapanmu ya! Good luck 🖒

Saturday, 29 October 2016

Kumpulan kata-kata terbaik Tahun 2016

Maafkan aku Tuhan, karena sempat berfikir ingin meninggalkanmu hanya karena sebuah "rasa". Aku tau ini hanya mainan yang sewaktu2 bisa memakanku sendiri.


Tuhan, tolong jangan buat aku jatuh cinta, sebelum aku benar2 menemukan orang yang tepat.


Kesepian ini terkadang membuatku ingin mencari penggantimu. Namun aku sadar. Aku tidak akan pernah bisa melupakan luka itu.


Entah darimana aku bisa menjelaskan tentang semua ini, tapi yang pasti. Berada didekatmu aku merasa keyakinan yang luar biasa. Keyakinan yang selalu membuat aku percaya tentang masa depan. Sebuah rasa yang tak pernah mati saat bersamamu dulu...


Bukan ingin menggombal lalu aku menulis kata-kata ini. karena semua adalah curahan hati. Tidak perlu kamu dan yang lain tau, cukup aku, hatiku dan Tuhan saja. Untuk selebihnya.., biarlah waktu yang menjawab :)


Tenang saja! Aku takan mengganggumu saat bersamanya. karena semuanya telah terkendali dalam doa ;)


Sungguh... Tuhanpun juga tau akan inginku dalam seorang pendamping. Tak perlu muluk-muluk ataupun istimewa, cukup yang sederhana dan yang mampu bertanggung jawab akan Dunia, Akhiratku. Itu saja!


Aku kan juga ingin bahagia Tuhan, bahagia bersama orang aku sayangi. Permintaanku nggak banyak ko, cukup kirimkan seseorang yang benar-benar menyayangiku, yang bisa menerima kejelekanku, yang mampu menyempurnakan kekuranganku dalam tanggung jawab Dunia dan Akhiratku. Boleh kan?

Monday, 26 September 2016

What a Pity

There are a lot of smart people in this world. But unfortunately only a few of those who have understood the nature.
Some of them also pretend to be stupid just because they do not want to lose .
_Pity_


Tulisan Rindu


Kini aku ingin kembali menulis tentangmu.
Kamu yang selalu membuatku nyaman, tanpa pernah menertawakanku. Meski aku berbuat konyol sekalipun.
Kamu yang selalu membuatku bahagia. Memberiku semangat untuk membina sebuah "Impian", tanpa ada ganjalan tentang Status ataupun derajat.

Aku merindukanmu! Iyah, sangat merindukanmu.
Merindukan setiap kata-kata yang senantiasa memotivasi dari lisanmu.
Merindukan setiap pergerakan yang selalu menyemangati dari lincahnya otakmu.
Bahkan dari beberapa hari kemarin aku seperti orang bingung. Berbolak-balik mencoba mengingati tanggal lahirmu, hanya karena ingin mengucapkan. Oh bukan, lebih tepatnya untuk menjadi alasan aku bisa menghubungimu hmmm

Ikutkan hati memang ingin saja aku menerobos semua larangan yang sudah memisahkan kita, namun aku juga sadar, aku tidak mampu untuk itu.
Aku tidak mampu menyakitinya.
Aku tidak mampu menerawang jauh untuk semuanya.
Yang akhirnya memaksaku untuk diam, menikmati setiap rasa yang ada. Sendiri kumenangis, tanpa seorang pun tau lukaku.
Airmata seakan luapkan rasa sedihku.
_Malam ini_

Sunday, 25 September 2016

Cahaya Impian

Dari kejauhan kulihat satu Cahaya memancar dengan indahnya
Membawa naluriku bergerak ingin lebih mendekatinya
Saat ku sadar, ternyata jalanan itu sangat berliku.
Penuh duri, kabut asam dan kegelapan yang mematikan.
Aku bingung, antara lanjut ataukah berundur.
Namun, dari bawah kakiku seolah- olah ada sesuatu yang mendorongku untuk tetap maju.
Lalu, aku berjalan hanya berbekalkan keyakinan yang tak pernah pudar.
Kulihat cahaya itu sudah semakin dekat dari pandanganku
Tapi, tiba-tiba bayangan gelap datang menyelubungiku
Aku takut, lalu aku menangis dalam kepayahan.
Sendiri tanpa ada sesiapapun yang membantuku.
Lama kelamaan satu per satu kulihat bayangan itu pergi dengan sendirinya
Meninggalkan jejak yang memudahkanku untuk menyebrangi lautan didepanku
Aku bangun, dan mencoba melanjutkan perjalanku.
Yang akhirnya aku benar-benar ada dihadapan cahaya itu.
Mataku silau, hampir saja tak dapat melihatnya dengan jelas.
Tanpa sadar, Cahaya itu sudah berada dalam genggaman tanganku.
Aku pun tersenyum bangga dengan pencapaianku
Yang aku yakini itu hasil dari sebuah keyakinanku daripadaNya :)

Cintaku dari Facebook

Hari ini langit kembali mendung, menutupi sinar yang sedari tadi memancarkan pada dinding-dinding dunia. Memberi kesejukan dalam penantianku ditempat kenangan.
Iyah! Inilah aktifitasku, merenung dan berdiam diri. Bagai entah siapa aku sendiri juga tidak kenal. Malah terkadang aku bingung dengan sifatku sekarang-sekarang ini. "Aku merindukanya!" Lagi-lagi kata itu yang terpacul dari hatiku. Bosanya...
Dret.dret... Satu pesan masuk dalam inbox facebookku. Media Sosial yang sekarang menjadi tempat untuk aku mencari inspirasi, sekaligus ingin melupakan sang Mantan. Bukan karena aku mencoba lari dari masalah lalu membuat Facebook baru yang hanya bertemankan dari orang-orang yang kukenal saja. Namun aku tidak mampu selalu melihatnya, malah aku juga takut jika aku selalu berada di Facebook lama, ianya akan membuat aku untuk melihat ke Inbox. Tempat dimana kita selalu berdiskusikan sesuatu disaat facebook masing-masing aktif. Biarlah mereka mau bilang aku lemah, aku tidak peduli. Karena aku punya cara sendiri untuk mengatasi masalahku.

Aku mencoba melihat-lihat ke profil cowok itu yang aku lihat namanya adalah Fandi. Iya biarpun aku tidak tau itu nama asli atau bukan, aku tidak mau ambil peduli!
Lama juga aku mendiamkan inboxnya sebelum akhirnya aku accept untuk bisa berhubungan denganku lewat inbox. Karena pengaturan privacy yang sengaja kubuat, agar tidak sebarang orang bisa menggangguku. Apalagi dunia maya yang penuh dengan permainan 😪
"Hai" ucapnya
"Hai juga" balesku singkat.
"Pacarnya Ragil yah?" Tanyanya, yang membuatku berfikir apakah mau mengiyakan atau menidakan. Biarpun Ragil adalah sahabatku, kalau iya aku mengiyakan pun bukanya dia akan marah. Tapi hatiku lebih pantas mengingatkan.., "Jangan berbohong, kalau nggak mau dibohongin"
Dengan pantas jariku pun memencet-mencet tombol dalam handponeku. "Bukan. Saya temanya"
"Alah jangan bohong, jawab jujur saja" Dalam diam aku memarahinya, karena mengahakimi sesuatu yang jelas-jelas sudah berkata jujur. Lagi-lagi hatiku berbisik, "biasa cowok kalau mau kenalan kan emang gitu" pikiranku mengiyakan bisikan itu,  yang akhirnya membawa kita pada obrolan yang tadinya membosankan menjadi obrolan yang menyenangkan. "Bagi nomernya dong, biar bisa contact" tuturnya berani, meski aku tidak heran dengan keadaan seperti itu. Jangankan dalam dunia maya, dalam dunia nyata saja kalau cowok baru deket pasti langsung minta nomer dengan alasan yang menurutku basi. 😧
"Kan lewat facebook bisa" jawabku.
"Aku jarang buka Facebook" ucapnya lagi tanpa menyerah.
"Tapi mahal lho kalau ngubungin saya lewat nomer" Ujiku.
"Tenang saja, kan bisa pakai WhatsApp atau line"
"Hmmm emang yah cowok, pinter aja jawabnya"
"He iya dong. Yaudah mana nih!"
"+6581******. Nih"
"Thanks yah!"
Belum sempat aku membalas pesan inboxnya, tiba-tiba dia sudah ngechattku lewat WhatsApp. "Cepatnya" gumamku dalam hati.
***

Malam itu aku kembali membuka Facebook untuk menyegarkan fikiran setelah terperap 3 jam memandangi buku-buku didepanku. Kesibukan yang memang bener-bener mengambil tenaga juga otak.
Hampir satu jam aku berpetualang mengitari rimba yang penuh misteri. Hingga tidak sedar waktu belajarku telah habis. Aku segera membereskan semua buku-buku yang berserakan dan buru-buru keluar dari kamar untuk melanjutkan kerjaanku.
Hingga jam 19:15 aku kembali ke kamarku untuk mengambil baju ganti, tiba-tiba hapeku berbunyi.
Pink.pink...
Aku langsung membuka pesan itu yang ternyata dari Fandi. Kami pun berbalas pesan untuk beberapa menit, sebelum akhirnya aku pamit mau mandi.
Rasanya itu adalah malam ke tiga Fandi menghubungiku dari pertama dia mengetahui nomerku. Semua masih terasa biasa, malah aku juga bersikap biasa juga kepadanya. Sama seperti sikapku pada yang lain. Meski aku juga kadang tidak suka dengan cara tulisannya yang kadang membuatku Elfell. Tapi rasanya menghakimi itu bukanlah sifatku, ujung-ujungnya aku berpura-pura tidak peduli dengan semuanya. Lagipun aku merasa nyaman denganya, membuatkan aku lupa akan Mantan. Seseorang yang memang sudah seharusnya aku lupakan. Karena Mantan bukan pahlawan untuk dikenang. Itulah kata-kata Fandi yang sedikit banyak telah membuatku menyadari sesuatu.


45 hari pun berlalu...
Kekhawatiranku akhirnya pun kini terjadi. Fandi sudah lama tidak chatt aku lagi. Aku merasa kesepian walau hiburan didepan mataku sebenarnya banyak. Semua yang aku lakukan juga tidak kena. Seperti ada yang hilang. Hatiku pun merinduinya...
Perasaan cemas mulai menghantuiku.
Ingin menghubungi, namun aku tidak berani. Sudahnya jalan diam itulah yang aku pilih. Dan kembali mencari kesibukan baru tanpa mau memikirkanya, apalagi setelah kemarin aku melihat ke profilnya tidak sengaja mendapat info yang dia sebenarya sudah mempunyai Pacar. Hmmm cemburukah aku? Tidak, itu tidak mungkin. Karena aku yakin itu hanya perasaan setan saja yang sedang mengujiku. Aku mencoba menidakan dan kembali ke alam realita. Apalagi mengiyakan perasaan yang hadir, itu tidak akan kulakukan. Malah itu adalah sesuatu yang coba selalu aku hindari.

Siang itu aku memberanikan diri untuk mengechatt Fandi untuk bertanyakan sesuatu setelah aku lihat dia mengelike statusku. Meski sebenarnya itu hanya suatu alasan, tak apalah ya he...
"Aku lagi kerja Nit, maaf yah balesnya lama" tulisnya, setelah 1 jam aku menunggu balesan darinya.
"Iya tidak apa ko Mas."Kami pun kembali chatting lagi. Berbagi animation yang mengundang tawa dalam setiap tulisanya. Memberi ruang hatiku untuk merasa bahagia. Kebahagiaan yang aku tau itu hanya sesaat...