Sungguh, menahan diri dari bertegur sapa denganmu, tak kukira akan seberat ini. Namun demi diriku, demi hatiku dan demi dirinya yang kini sudah bersamamu, aku harus kuat menahan semua ingin yang berhubungan denganmu.
Mungkin kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Aku tak mau ambil tahu dan aku juga tak mau ambil peduli. Sebab sudah bukan kewajibanku untuk berfikir sejauh itu lagi.
Hari ini, entah kenapa aku ingin sekali menulis tentangmu lagi. Jadi ijinkanlah aku menuliskanya di sini, meski mungkin akan terasa sia-sia saja karena kau tidak mungkin akan membacanya. Tapi setidaknya aku bisa merasa lega, selega-leganya dari terus memendamnya saja.
Hai (kamu), sekarang bagaimana keadaanmu setelah menjalani hari-hari yang sudah tanpa aku? pasti tambah lebih bahagia kan ya karena sudah ada dia. Bagaimana juga dengan kebiasaan-kebiasaan burukmu? Yang suka sekali membuat was-was orang-orang disekitarmu.
Ah, aku mungkin memang begitu naif, Karena sampai detik ini masih saja selalu mengkhatirkan semua hal tentangmu. Hal yang seharusnya tak perlu lagi kulakukan. Yang kini sudah menjadi tugasnya. Seseorang yang sudah menjadi bagian di hidupmu.
"Memang sudah tiada jodoh diantara kita" Betapa sakit setiap aku menjawab pertanyaan mereka dengan demikian rupanya. Betapa beratnya tangan ini setiap menulis kalimat itu di buku-buku rahasiaku. Karena dalam mimpi pun, jujur aku masih mengharapkan kau yang akan menjadi pendampingku, juga menjadi ayah dari anak-anakku. Seperti yang pernah kita impikan dulu.
Aku tahu, kalimat yang pernah aku ucapkan dulu, "aku akan bahagia, bila kau bahagia" itu kedengaranya sangat lucu. Hingga membuatmu tertawa. Sama, aku pun rasa juga. Karena pada kenyataanya, hatiku menangis dalam diam saat ku tahu kau telah bersamanya.
Tapi percayalah, jauh direlung jiwaku, hatiku juga ragaku. Aku ingin kau selalu bahagia. Dimanapun dan kapanpun itu adanya. Dan tolong jangan pernah hapuskan ingatanmu tentangku. Seseorang yang pernah begitu dalam mencintaimu, walau saat ini, aku sudah tak ada dalam pelukmu lagi.

No comments:
Post a Comment