Sunday, 25 September 2016

Cahaya Impian

Dari kejauhan kulihat satu Cahaya memancar dengan indahnya
Membawa naluriku bergerak ingin lebih mendekatinya
Saat ku sadar, ternyata jalanan itu sangat berliku.
Penuh duri, kabut asam dan kegelapan yang mematikan.
Aku bingung, antara lanjut ataukah berundur.
Namun, dari bawah kakiku seolah- olah ada sesuatu yang mendorongku untuk tetap maju.
Lalu, aku berjalan hanya berbekalkan keyakinan yang tak pernah pudar.
Kulihat cahaya itu sudah semakin dekat dari pandanganku
Tapi, tiba-tiba bayangan gelap datang menyelubungiku
Aku takut, lalu aku menangis dalam kepayahan.
Sendiri tanpa ada sesiapapun yang membantuku.
Lama kelamaan satu per satu kulihat bayangan itu pergi dengan sendirinya
Meninggalkan jejak yang memudahkanku untuk menyebrangi lautan didepanku
Aku bangun, dan mencoba melanjutkan perjalanku.
Yang akhirnya aku benar-benar ada dihadapan cahaya itu.
Mataku silau, hampir saja tak dapat melihatnya dengan jelas.
Tanpa sadar, Cahaya itu sudah berada dalam genggaman tanganku.
Aku pun tersenyum bangga dengan pencapaianku
Yang aku yakini itu hasil dari sebuah keyakinanku daripadaNya :)

No comments:

Post a Comment