Thursday, 25 August 2016

Jiwa Manusia

Ada seseorang yang bertanya kepadaku, katanya...
     "Apakah ada yang lebih menyakitkan saat kita sudah mencintai seseorang, terus orang itu malah meninggalkan kita?" Lalu dengan pantas aku menjawab.
     "Ada."
Seseorang itu dengan wajah heran pun, kembali bertanya padaku.
     "Apa itu? Coba katakan"
Aku berdiam sejenak memperhatikan wajah seseorang yang ada dihadapanku. Mencari kepastian akan kesungguhan rasa ingin taunya.
     "Apa yang akan kau berikan padaku, sekiranya jawabanku mampu membuatmu tersadar?" Aku sengaja mengujinya. Dia pun terdiam setelah mendengar kata-kataku. Berfikir jauh...
     "Aku akan melupakan masa laluku"
     "Itu memang sudah seharusnya." Jawabku pantas.
     "Aku akan memberikan imbalan yang memuaskan kepadamu" Dengan nada sombong dia berbicara. Aku hanya tersenyum.
     "Aku tidak memberi harga pada setiap kataku, karena memang itu sudah tugasku untuk berbagi."
     "Ok. Jawablah!"
     "Apakah jawaban ini penting untukmu?"
     "Iyah."
     "Baiklah..."
Aku menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan kata.
     "Untuk pertanyaanmu itu jawabanya adalah..." Aku melihat kearahnya, yang begitu setia menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku. Layaknya murid yang sedang fokus menunggu penjelasan sang guru. Sekali lagi aku pun tersenyum melihat tingkahnya.

     "Seseorang yang saling mencintai, tapi tidak bisa hidup bersama." Kulihat dia tertunduk setelah mendengar jawabanku, menitiskan air mata. Entah apa yang seseorang itu fikirkan pun aku tidak tau. Tapi yang pasti, aku lihat sinar penyesalan dalam tiap tetesan air matanya. Allahu Akbar...
     "Maafkan saya!" Ucapnya tiba-tiba.
     "Tidak ada yang harus dimaafkan. Kamu minta maaflah sama Tuhan, karena memang Dialah yang berhak untuk itu." Jawabku tenang.
     "Terima kasih" Ucapnya, dengan tangisan yang mulai terisak-isak.
     "Aku hanya mengatakan sesuatu yang memang sudah seharusnya aku benarkan. Karena pada hakekatnya... Diatas langit itu masih ada langit, didalam penderitaan kita itu pasti ada juga yang lebih menderita. Jangan fokuskan pada masalah hidupmu saja,  karena orang disekitar banyak yang masih membutuhkanmu. Membutuhkan kasihmu, menginginkan cintamu dan mengharapkan keikhlasanmu. Mulailah untuk bangkit, dan jadikan semua yang terjadi itu pelajaran." Dia mengangguk.
     "Saya akan memenuhi apapun yang kamu minta." Ucapnya disebalik rasa bersalah, yang saya tau, dia belum mengerti dengan apa yang aku ucapkan sebentar tadi. Susah. .. Iyah! Memang. Karena semua butuh pemahaman yang mendalam.
      "Aku tidak mengharapkan imbalan apapun darimu. Cukup pahami saja setiap kata-kataku, itu saja sudah cukup untukku" Aku berlalu pergi meninggalkanya sendiri, yang aku lihat dia masih belum puas dengan jawabanku. Dengan lantang dia berkata...
      "Saya tidak mengerti. Tolong jelaskan!"

No comments:

Post a Comment